5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Nail Art

Punya kuku yang cantik juga merupakan kebutuhan fashion saat ini. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan produk fashion yang satu ini, girls. Sebab, ada risiko yang mungkin berdampak luas bagi kesehatan kukumu itu. Ingat, ingin cantik tidak harus mengorbankan diri sendiri, lo! Sebelum pergi ke salon, ada baiknya kamu simak terlebih dahulu penjelasan di bawah ini. 

1. Jenis kuku palsu

5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Nail Artilustrasi kuku palsu (pexels.com/Lisa Fotios)

Artificial nails terdiri dari dua macam, yaitu gel nail dan acrylic nail. Acrylic nail adalah teknik perawatan kuku yang menggunakan kuku palsu untuk dilekatkan ke kuku asli kita. Acrylic nail bisa diaplikasikan di seluruh permukaan kuku atau hanya dilekatkan diujung kuku untuk menampilkan kuku yang lebih panjang. 

Berbeda dengan acrylic nail, gel nail adalah teknik perawatan kuku dengan memanfaatkan kuku asli. Kuku asli dibersihkan dan dibentuk lalu diberikan coat dan nail polish sesuai pilihan. Untuk mengiringkan proses pewarnaan, kuku akan diletakkan di bawah lampu UV. 

2. Acrylic nail atau gel nail?

5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Nail Artilustrasi cat kuku (pexels.com/RODNAE Productions)

Acrylic nail menggunakan campuran bahan kimia yaitu liquid dan powder yang kemudian cairan tersebut disapu di atas kuku. Campuran bahan kimia itulah yang memberi efek kurang baik bagi kesehatan kuku. Kandungan kimiawi tersebut akan membuat kuku menipis serta berpotensi merubah warna kuku menjadi kuning. Pemakian acrylic nail juga berisiko menimbulkan infeksi jamur pada kuku.

Sementara itu, gel nail dinilai lebih aman dibandingkan acrylic nailGel nail juga lebih banyak digunakan karena lebih terlihat natural, seperti memakai kutek biasa. Pemaiakan gel nail juga lebih tahan lama dibanding acrylic nail. Dari segi harga, gel nail juga bisa lebih mahal daripada acrylic nail.

Meski tidak banyak mengandung bahan kimia, pengaplikasian sinar UV pada saat pengeringan dapat menyebabkan kerusakan kulit, termasuk menimbulkan kerutan dan bintik-bintik penuaan. Penelitian mengatakan bahwa pengaplikasian sinar UV juga berisiko terkena kanker kulit. Namun, tidak ada laporan kasus kanker kulit yang disebabkan oleh lampu UV di salon kuku, bahkan di antara ahli manikur yang bekerja di sekitar lampu sepanjang hari.

3. Potensi kerusakan yang timbul pada kuku

5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Nail Artilustrasi cat kuku (pexels.com/RODNAE Productions)

Kuku palsu bisa membuat kuku menjadi lebih keras. Bagi kamu yang gemar bongkar pasang kuku palsu, lebih baik cek dulu kemungkinan risikonya. Dilansir dari wbmd.com, beberapa masalah yang mungkin timbul karena penggunaan nail art adalah;

  • Reaksi alergi: bahan kimia yang digunakan untuk memasang atau melepas kuku palsu dapat mengiritasi kulit. Kulit mungkin mengalami kemerahan, mengeluarkan nanah, atau bengkak di sekitar kuku.
  • Infeksi bakteri atau jamur: jika kuku palsu mengalami benturan atau tekanan yang sangat keras dari sesuatu, kuku asli bisa copot dari alas kuku. Efeknya, kuman atau jamur bisa masuk dan tumbuh melalui celah-celah kuku dan kulit. Infeksi bakteri dapat mengubah kuku menjadi hijau.
  • Kuku melemah: untuk menghilangkan kuku akrilik atau gel,  kamu perlu merendam jarimu dalam aseton selama 10 menit atau lebih. Bahan kimia ini akan sangat membuat kuku asli menjadi kering dan sekaligus mengiritasi kulit jari tangan. Dalam proses membersihkan kuku, beberapa kuku palsu harus dikikir. Langkah itu tentu saja bisa membuat kuku asli menipis, rapuh, dan lemah.

4. Apa yang harus dilakukan untuk menjaga kuku tetap sehat?

5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Nail Artilustrasi perawatan kuku (pexels.com/Karolina Grabowska)

Jika kamu sangat gemar mempercantik kukumu dengan kuku palsu, coba simak dulu tips berikut ini:

  1. Jika sebelumnya kamu pernah mengalami jamur kuku, jauhi kuku palsu. Jangan menggunakannya untuk menutupi masalah kuku.
  2. Pilih jenis kuku palsu yang bisa dibersihkan dengan cara direndam alih-alih dikikir.
    Minta ahli manikur untuk tidak memotong atau mendorong kutikula terlalu banyak karena ini akan membantu menjaga kuku dari infeksi.
  3. Pilih salon yang mengeraskan cat gel dengan lampu LED, yang memiliki jumlah sinar UV yang lebih sedikit. Oleskan tabir surya spektrum luas (UVA/UVB) ke tangan sebelum meletakkan jari di bawah lampu.
  4. Gunakan krim pelembab pada kuku, terutama setelah merendamnya dalam aseton.
  5. Beristirahatlah dari kuku palsu setiap beberapa bulan agar kuku asli bisa bernapas dan sembuh dari paparan bahan kimia.

5. Pergi ke profesional untuk pelayanan maksimal

5 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Nail Artilustrasi perawatan kuku (pexels.com/Cheda Stankovic)

Beberapa kuku palsu diklaim dapat digunakan secara mandiri. Gel nail misalnya, jika kamu memiliki lampu dengan sinar UV, kamu sudah bisa melakukannya di rumah. Namun, ada baiknya kamu pergi ke profesional untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Di sana, kamu juga bisa berkonsultasi untuk menanyakan berbagai hal serta melihat prosesnya lebih nyata. 

Memiliki kuku cantik adalah hak semua orang. Melakukan perawatan kuku seperti di atas juga merupakan bentuk self-care atau self-love yang bisa kita lakukan. Namun, jangan lupa untuk memeriksa kesehatan kuku kita. Beri beberapa waktu istirahat untuk kuku agar tidak terjadi risiko kesehatan kuku yang berbahaya. 

Scroll to Top